Just A Simple Thing

The Beginning of a Beautiful Life – Maliq n d’essentials

Posted on: Maret 23, 2011

cover album

Album             : The Beginning of a Beautiful Life

Musisi              : Maliq & d’essentials

Label Record  : Warner Music Indonesia & Organics Record

Producer          : EQ Puradiredja

Co Producer    : Widi Puradiredja

Tahun              : 2010

Setelah mini album Mata Hati Telinga sukses di pasaran dengan single Pilihanku, tahun ini grup band Maliq & d’essentials kembali hadir dengan mini album yang diberi nama The Beginning of a Beautiful Life. Mini album ini berisi 7 buah lagu baru yang siap memanjakan telinga d’essentials, sebutan untuk penggemar musik mereka.

Seperti mini album sebelumnya, album keempat ini juga hanya dibuat dalam bentuk CD. Harganya bisa dibilang mahal, untuk mini album berisi 7 buah lagu, harus merogoh kocek 50 ribu rupiah. Bandingkan dengan CD album lainnya yang umumnya berharga 35 – 40 ribu rupiah dan berisi 9 – 10 lagu. Kalau cover album sebelumnya bisa diubah menjadi bentuk kubus, cover album yang sekarang juga unik. Sekilas seperti alat musik akordion, bisa ditarik memanjang. Di bagian depan terdapat sabuah lubang, lewat lubang ini bisa dilihat foto lengkap para personil. Kemasan yang menarik. Lalu bagaimana dengan isinya?

Sama dengan album – album mereka sebelumnya, proses mixing dan mastering masih dilakukan oleh Indra Lesmana. Rejoz mengisi percussion di beberapa lagu yaitu “maybe you”, “terlalu”, “penasaran” dan “menari”. Yang berbeda dalam album ini adalah kehadiran Amar Ibrahim yang tak lagi menjadi anggota band melainkan hanya sebagai additional player. Ya, tampaknya setelah Dimi Hapsari dan Satrio, Maliq harus kembali kehilangan satu personilnya. Amar memainkan trumpet dan flugel horn di empat lagu yaitu “beautiful life”, “maybe you”, “penasaran”, dan “menari”. Selain itu, Doni Koeswinarno turut serta bermain flute dan saxophone di lagu “beautiful life”, “maybe you” dan “menari”.

Beautiful Life, sebuah nomor pembuka yang menceritakan tentang perjalanan awal mereka sebagai sebuah band cafe. Dibuka oleh suara (super) seksi Angga dan permainan flute Doni Koeswinarno. Lewat lirik yang ditulis dalam bahasa Inggris oleh Indah, satu – satunya personil perempuan, kita akan tahu bagaimana mereka memulai karir bermusik dari bawah. Mereka bernyanyi dari cafe ke cafe, membawakan lagu Erikah Badu atau Maxwell, sekedar menunjukkan bahwa mereka mencintai karyanya, karena kadang mereka tidak dibayar untuk itu. Lewat lirik yang ditulisnya, Indah meyakinkan kita untuk terus berusaha mewujudkan mimpi kita dan melakukannya dari hati. Karena apapun itu, tidak ada yang salah atau benar jika itu datang dari hati. Indah juga berhasil menyanyikan lagu ini dengan sangat apik. Gaya dan teknik vokal Indah sangat mengesankan di lagu ini.

“maybe you” berkisah tentang seorang pria yang merasa telah menemukan tambatan hatinya dan bagaimana ia berusaha meyakinkan sang wanita akan cinta mereka. Di bagian tengah lagu permainan synthetizer Ifa sangat dominan. Memberi efek vintag di lagu ini.

Selanjutnya ada “terlalu” yang mereka jadikan single pertama. Dibuka dengan permainan drum Widi, lagu up beat ini cukup membuat kita menghentakkan kaki mengikuti iramanya. Berkisah tentang seseorang yang dibuat terbelenggu oleh kisah cintanya. Bagaimana dia terlalu  berharap untuk sesuatu yang tak mungkin ia dapatkan sehingga ia merasa gila. Sangat menyenangkan mendengar bagaimana suara drum & moog bass Widi, keyboard & synthetizer  Ifa, bass Jawa dan gitar Lale saling bersahutan sepanjang lagu ini. Sangat atraktif.

Lagu “get down and slide” menunjukkan bagaimana Jamiroquai berpengaruh besar terhadap musik Maliq. Bagian intronya mengadaptasi musik disko 80-an. Mengingatkan kita pada musik Michael Jackson. Mulai masuk reffrain, lebih condong ke musik Jamiroquai. Saya pribadi sangat cinta pada permainan bass Jawa di lagu ini.

Selain Marvin Gaye dan Erikah Badu, Maliq memang menjadikan Jamiroquai sebagai salah satu influence dalam bermusik. Sebagai catatan, dulu jauh sebelum mereka tenar di industri dunia musik, mereka pernah beberapa kali menggelar tribute to Jamiroquai sebagai bentuk penghargaan mereka kepada musisi asal London Barat itu. Tetapi, jangan salah, meski banyak mengidolakan musisi luar negeri, mereka selalu tampil “sangat Indonesia” di awal – awal kemunculan mereka. Bagi yang mengamati perjalanan karir mereka sejak album pertama pasti masih ingat Angga yang selalu memakai penutup kepala dari daerah Sumatera, atau Indah dan Dimi (waktu itu masih bergabung) yang lebih sering memakai bawahan berupa kain dan aksesoris khas Bali.

Unsur surprise dibuat oleh Maliq di lagu “berbeda”. Dibuka dengan permainan gitar akustik Lale, duet Angga dan Indah mengalun sangat romantis. Di tengah lagu, kita akan dikejutkan oleh hentakan drum Widi dan permainan electric gitar Lale. Kemudian ditutup kembali dengan duet manis Angga Indah dan akustik gitar Lale.

Tiga lagu lainnya, ”maybe you”, ”penasaran” dan “menari” juga tak kalah enak untuk didengar.

Secara umum saya pribadi menilai album keempat Maliq & d’essentials sangat mengesankan. Tampaknya tema album kali ini adalah vintage, karena selain “beautiful life” dan “terlalu”, lima lagu lainnya memang membawa kita kembali ke musik era 70-an, tak berbeda jauh dengan musik White Shoes and The Couples Company atau Naif. Meski banyak penggemar yang menilai Maliq semakin kehilangan unsur Jazznya di beberapa album terakhir, dan menurut mereka itu buruk karena artinya Maliq mulai kehilangan jatidiri,  saya tak sepenuhnya setuju dengan pendapat tersebut. Toh, Maliq tidak pernah mengatakan bahwa mereka adalah band beraliran jazz. Setidaknya musik yang dimainkan oleh Maliq & d’essentials memberi angin segar di industri musik dalam negeri yang saat ini dipenuhi dengan lagu dan genre yang semua serba mirip. Secara pribadi, Maliq sudah memberi saya banyak pengetahuan baru dalam bermusik.

Daftar Track:

  1. Beautiful Life
  2. Maybe You
  3. Terlalu
  4. Penasaran
  5. Get Down and Slide
  6. Berbeda
  7. Menari

Yang wajib ada di playlist  : harusnya sih semua dimasukin ke playlist, tapi kalo musti milih, aku rekomendasiin Beautiful Life, Penasaran, dan Maybe You.

Don’t forget to buy the CD, subscribe their RBT, stop piracy!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Follow Me on Twitter

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Bergabunglah dengan 1.029 pengikut lainnya

%d blogger menyukai ini: