Just A Simple Thing

Alektorophobia

Posted on: April 4, 2011

picture taken from google

Kejadian ini mungkin udah berlalu belasan tahun lalu, tapi sampe sekarang masih suka ngeri kalo inget,

Jadi gini, dulu waktu aku masih kecil, bapak melihara ayam gitu di rumah,. Tiap sore ayam – ayam berkeliaran di sekitar rumah. Ga keberatan juga sih, aku kan hobi makan ayam goreng ama telur dadar, jadi lumayan, paling nggak, tiap lebaran tiba, ga perlu beli ayam buat dimasak opor.


Nah, kejadian ini nih yang mengubah persepsi saya terhadap ayam, dari binatang biasa jadi monster. Suatu sore, lagi asik makan snack gitu di depan pintu, tiba – tiba di kaki kerasa gatel kaya ada yang clekit – clekit gitu. Awalnya ku biarin aja, ternyata koq ga ilang ilang. Nengoklah ke bawah. Dan ternyataaaaa,.,. kakiku dirubungi anak – anak ayam yang makan remahan snack aku. huwaaaa…. ngeri banget!!!

Sejak kejadian itu, aku jadi takut sama yang namanya anak ayam. Anehnya, ketakutan ini  muncul gak cuma waktu ketemu ato harus megang anak ayam, bahkan liat gambar ato denger suaranya aja udah bikin lemes. Bahkan sama mainan anak ayam warna yang kuning yang musti diputer – puter tuasnya terus bisa jalan sendiri itu pun aku parno. Beruntung gak lama setelah kejadian itu bapak ga lagi miara ayam karena capek ngebersihin kotoran alias tokai ayamnya.

Ternyata banyak juga lho orang – orang yang takut ayam, beberapa malah dari kalangan artis. Yang aku tahu ada Ruben Onsu, Elma Theana, Irfan Samsons, Tika Panggabean, Mikha Tambayong. Haha, ternyata banyak yang sependeritaan denganku.

Semakin ke sini aku semakin sadar kalo sikapku kepada kaum ayam dan unggas pada umumnya mulai ga wajar. Mulai deh aku cari- cari info tentang phobia ayam. Dan kutemukanlah si ALEKTOROPHOBIA

Alektorophobia, apaan yak??

Yang dimaksud alektorophobia adalah ketakutan yang berlebih kepada ayam. Kadang – kadang ketakutan itu dapat menjadi luar biasa dan menghambat kemampuan seseorang dalam beraktivitas. Penderita Alektorophobia biasa disebut Alectorophobic. Jika tidak diobati, Alektorophobia dapat memiliki dampak yang menghancurkan dalam setiap aspek kehidupan sang Alektorophorbic.

Seperti phobia lain pada umumnya, Alektorophobic pasti pernah mengalami pengalaman sangat menakutkan pada suatu waktu dalam hidup mereka yang tentu saja tersangkanya adalah ayam. Apapun penyebabnya, Alektorophobic dapat mengalami kecemasan yang benar – benar mengganggu aktivitas mereka saat bertemu atau melihat ayam.

Gejala Alektorophobia antara satu individu akan berbeda dengan individu yang lain. Beberapa orang akan berkeringat, merasa tidak nyaman atau menjadi mual. Ketika mereka merasa sangat terancam atau cemas hal ini akan berujung pada serangan panik. Gejala lain dari Alektorophobia antara lain:

  • Mulut kering
  • Palpitasi (rasa tidak nyaman yang diakibatkan denyut jantung yang tidak teratur atau lebih keras)
  • Mati rasa
  • Sesak napas
  • Kepeningan
  • Ketegangan otot
  • Hyperventilation
  • Gemetaran
  • Merasa tak terkendali
  • Merasa terjebak dan tak dapat bebas

Sebagai satu dari jutaan Alectorophobic di muka bumi ini, aku ngrasain sendiri deh ga enaknya kalo pas ketemu ayam. Bawaanya mo teriak – teriak aja deh. Yang lebih ga enak lagi, selalu aja dapet mimpi buruk tiap abis ketemu ayam. Kalo kata orang Jawa sih “girapen”. Tapi ga apa – apa, aku tetap nganggep penyakitku ini sebagai anugerah, setidaknya itu bukti bahwa kita manusia itu makhluk lemah. Coba deh introspeksi lagi pasti di balik segala kelebihan yang kita pikir hebat, ada sisi kecil dalam diri kita yang lemah. Sayangnya, sering tak kita sadari.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Follow Me on Twitter

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Bergabunglah dengan 1.029 pengikut lainnya

%d blogger menyukai ini: