Just A Simple Thing

Sang Merah Putih

Posted on: Agustus 18, 2013

MERDEKA!!

Tadinya, saya tidak punya sedikitpun keinginan untuk membuat satu post yang bertema hari kemerdekaan negara kita tercinta ini. Lebih tepatnya, tidak punya bahan untuk ditulis, sih.

Eeeiiittsss,.. Tapi ternyata, sore tadi, saya membaca sebuah tweet dari akun @idolasemarang yang isinya adalah seperti di bawah ini :

bendera1

Lihat, deh, gambar ‘bendera’ di foto itu. Yakin kalau itu bendera negara kita, Indonesia?

In my opinion, itu bukan bendera. Itu cuma sekedar kain panjang berwarna merah yang dijahit, disatukan dengan kain lain berwarna putih yang ukurannya sama.

Lah, kan merah putih? Kok bukan bendera?

Hehe,.. Gini,. Jadi jelek-jelek gini saya itu dulu waktu SMP adalah anak Pramuka regu inti. Jadi, biar sedikit, tapi tau laah, soal bendera merah putih lambang negara kita.

Inget-inget lagi deh pelajaran Kewarganeraan waktu sekolah dulu. Biar kata bendera negara kita terlihat simpel, cuma terdiri dari dua warna merah dan putih, tapi soal bahan, ukuran, penggunaan, tata cara pengibaran, semuanya diatur oleh negara secara tertulis, loh. Bendera negara diatur menurut UUD 1945 pasal 35, UU No 24/2009, dan Peraturan Pemerintah No.40/1958 tentang Bendera Kebangsaan Republik Indonesia.

Itu sebabnya, walaupun bendera kita secara sekilas sama dengan bendera negara Monako yang juga merah putih itu, tapi tidak bisa begitu saja disamakan, karena masing-masing mempunyai rasio ukuran panjang dan lebar yang berbeda.

Kenapa ‘bendera’ yang sedang diarak dalam foto di atas saya katakan bukan sebagai bendera? Lihat saja ukurannya. Bendera haruslah mempunyai perbandingan panjang dan lebar seperti yang sudah diatur yaitu ukuran lebar adalah 2/3 dari ukuran panjangnya. Jadi, kalau dalam gambar tersebut ditulis panjang bendera adalah 250 meter, maka lebar bendera haruslah 2/3 dari 250 meter. Hayoo, diitung! Kurang lebih 160 meter, lah. Kita lihat lagi di gambar. Lebar ‘bendera’ nya tak lebih dari separuh badan jalan. Alias kurang dari 160 meter. Jadi, tidaklah salah kalau saya kategorikan kain merah putih di gambar itu adalah BUKAN BENDERA.

The problem is,. di gambar tersebut tidak diberitakan lengkap apakah arak-arakan itu bertujuan untuk sekedar memeriahkan hari kemerdekaan Indonesia, ataukan untuk tujuan memecahkan rekor MURI. Kalau memang ‘bendera’ dibuat untuk memecahkan rekor, harusnya MURI tidak boleh mengesahkannya. Mengingat ukurannya yang tidak sesuai dengan ukuran bendera seharusnya seperti yang sudah diatur dalam perundang-undangan.

Terlepas dari kesalahan itu, saya tetap salut kepada orang-orang di gambar itu. Pasti butuh dana besar untuk membeli kain sepanjang itu. Pasti panas dan capek sekali berjalan membawa ‘bendera’ melintasi kota. Semua susah payah itu dilakukan untuk menunjukkan kecintaan terhadap negeri tercinta, INDONESIA.

Rujukan : Bendera Indonesia, Wikipedia Bahasa Indonesia

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Follow Me on Twitter

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Bergabunglah dengan 1.029 pengikut lainnya

%d blogger menyukai ini: