Just A Simple Thing

Tiup Lilinnya dan Kumandangkan (Lagi) Mimpimu

Posted on: Desember 7, 2013

Ulang tahun, bagi banyak orang tentu merupakan hari yang paling ditunggu. Teriakan ‘SURPRISE!!’ dari teman dan keluarga di tengah malam tepat saat pergantian hari, satu di antara mereka membawa sebuah kue kecil dengan beberapa buah lilin menyala di atasnya. Sementara yang lain menyanyikan lagu ‘Happy Birthday’ dengan penuh semangat dan tepuk tangan yang serempak. Si korban yang berulang tahun akan tersenyum penuh sipu dan malu sebelum meniup lilinnya. Kalau beruntung, dia akan mendapat ciuman dan ucapan selamat dari mereka. Atau yang terburuk, dapat guyuran air dan tepung, kadang ditambah dengan telur.

Itu tadi adalah gambaran pesta kejutan ulang tahun yang umum dialami beberapa dari kita. Saya pribadi belum pernah merasakannya. Paling hanya uluran tangan keluarga dan teman diiringi dengan doa.

Beberapa tahun belakangan, saya bahkan tak lagi menganggap ulang tahun sebagai sesuatu yang istimewa. Meski masih menerima segala macam bentuk hadiah dan kado tentunya. Itu pun tak ada yang memberi.

Satu yang tak boleh dilupakan tentu saja mengucap syukur. Karena sampai saat ini, masih diberi hidup oleh Yang Kuasa. Hidup yang meski tak bisa saya bilang sempurna, tapi cukup membuat saya bahagia, karena masih diberi kesehatan dan kesempatan untuk berkumpul bersama orang-orang tercinta.

Entah, mungkin karena faktor usia, di hari ulang tahun ini saya seolah diingatkan bahwa ulang tahun  atau peringatan hari lahir, sejatinya bukan perayaan bagi saya seorang. Lebih dari itu, setiap lahirnya satu kehidupan, adalah perubahan bagi kehidupan yang lain yang sudah ada sebelumnya.

Ya, ini adalah tentang ibu. Hari ini, saya diingatkan bahwa lahirnya saya ke dunia ini adalah atas susah payahnya. Untuk itu, saya ingin berterima kasih kepadanya. Juga menyampaikan betapa bangga saya karena memilikinya.

Saya tak tahu kapan waktu itu tiba, tapi saya tahu jika kelak Tuhan memberi kepercayaan kepada saya untuk menjadi seorang ibu, saya tak perlu dilanda ragu apakah saya bisa menjadi ibu yang baik atau tidak. Karena saya dibesarkan oleh ibu yang luar biasa. Banyak yang bisa saya pelajari darinya. Untuk kemudian saya lanjutkan kepada anak-anak saya nanti.

Selamat ulang tahun untuk kita.

Tiup lilinnya dan kumandangkan (lagi) mimpimu.

Kali ini biar aku yang akan mewujudkannya, untukmu.

 

n.b: Bu, soal mimpi punya mantu dan cucu, saya cuma bisa bilang: SABAR

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Follow Me on Twitter

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Bergabunglah dengan 1.029 pengikut lainnya

%d blogger menyukai ini: