Just A Simple Thing

Yakin Pengen YKS Berhenti Tayang?

Posted on: Januari 4, 2014

Sehari kemarin para pengguna twitter dihebohkan dengan munculnya petisi penghentian penayangan YKS. Tentu semua tahu apa itu YKS. Sudah, tak perlu berbohong. Kita semua pasti pernah menonton tayangan itu. Sebuah tayangan yang mampu menggerakkan seluruh isi studio untuk bergoyang, pun kita yang ada di rumah.

Ada di antara kita yang lantas pura-pura membenci acara tersebut karena kemasannya yang (katanya) murahan, tak berkelas, guyonan kasar yang cuma maen fisik. Saya, awalnya termasuk yang seperti itu. Tapi setelah berpikir lebih jauh, mencoba menilai dengan objektif, saya akhirnya sadar bahwa tayangan ini tak seburuk yang orang-orang pikirkan. Kita tak bisa begitu saja memaksa acara ini berhenti ditayangkan. Berikut ini beberapa alasannya:

  1. Akui saja, acara ini berhasil menjadi trendsetter bagi stasiun televisi lain. Sejak goyang Caesar berhasil menaikkan rating dan share acara ini, stasiun televisi lain berlomba membuat acara serupa dengan goyangan khas mereka masing-masing. Tapi, kita lihat saja, hanya goyang Caesar yang berhasil mewabah di masyarakat. Semua acara off air di mall-mall pasti mewajibkan lagu “Asik-asik Joss” plus goyangannya. Bahkan di acara resepsi pernikahan teman saya tanggal 1 Desember kemarin, lagu ini berkumandang tak cukup sekali, karena para tamu meminta untuk diulang lagi setelah lagu selesai dibawakan. Ini bukti bahwa, tim kreatif acara YKS ada selangkah di depan tim kreatif stasiun televisi lain, yang dalam hal ini hanyalah pengekor. Mereka meniru konten acara YKS yang sudah sukses, sambil menambah modifikasi di sana-sini. tapi hasilnya? Hanya YKS yang bisa membuat kehebohan di masyarakat.
  2. Mengangkat konten lokal. Berapa banyak stasiun televisi kita yang memberi kesempatan seniman lokal untuk tampil di acara mereka? Tak banyak. Menurut saya Trans TV adalah satu di antara yang tak banyak itu. Sinden Gosip, Showimah, YKS adalah beberapa acara yang mengajak musisi tradisional untuk menjadi pengisi acara. 
  3. Hiburan orang kecil. Orang-orang dengan penghasilan pas-pasan, yang fisiknya lelah setelah bekerja sehari penuh tak akan ambil pusing dengan kualitas acara yang mereka tonton. Bisa jadi, yang mereka punya sebagai sarana hiburan mereka hanyalah televisi. Ketika mereka menyalakan televisi, yang mereka ingin hanyalah duduk santai atau sambil berbaring melihat sesuatu yang bisa membuat mereka tertawa dan melupakan penatnya hidup. Ya, hanya itu yang mereka ingin. Mereka tak butuh label, apakah acara yang mereka tonton bermutu atau tidak. Berkelas atau tidak.
  4. Antimainstream. Beberapa tahun terakhir, acara yang disajikan oleh stasiun televisi di jam tayang prime time adalah melulu sinetron. Maka, ketika setengah tahun terakhir Trans TV hadir menyajikan YKS sebagai hidangan utama mereka, banyak orang beralih karena faktor jenuh terhadap tayangan sinetron yang jalan ceritanya berkutat hanya dalam hal cinta dan harta. Ya, mereka berhasil mencuri perhatian kita. Satu lagi bukti bahwa mereka kreatif dan jeli membaca pasar.

Lalu apa pendapat saya mengenai petisi penghentian tayangan YKS yang ramai di media twitter? Saya tidak setuju. Ketidaksetujuan saya bukan dikarenakan saya adalah penggemar acara itu. Saya menonton sesekali, memang, itu pun karena tak punya pilihan lain. Ya, anggota keluarga saya yang lain menyukai acara itu.

Poin nomor 3 menjadi alasan utama saya. YKS itu hiburan orang kecil. Orang kecil yang tak punya banyak pilihan untuk menghibur dirinya. Kalau acara ini dihentikan, mereka memang tak akan lantas mati karena stress. Akan tetapi, setidaknya itu bukti bahwa orang-orang yang menandatangani petisi itu, yang ngakunya lebih pintar dan berselera tinggi, telah bersikap arogan. Menghentikan kesenangan orang banyak. Orang-orang ini yang pantes disebut kelas menengah ngehek. Kalau memang mampu dan mau cari acara yang bermutu, bayar televisi langganan, dong. Bukannya sudah sangat murah?

 

17 Tanggapan to "Yakin Pengen YKS Berhenti Tayang?"

Bener banget, mau dibilang kaya apa juga.. untuk orang kecil yang di cari ya tontonan ringan nan menghibur kaya yks ini, gak ada waktu buat nonton yang berat-berat.. udah mumet tambah mumet nanti😀

Makasih sudah mampir kemari🙂

Setuju banget broohhh

Terima kasih sudah mampir..

oke. jadi hiburan yang disajikan berupa goyangan gak jelas itu bagus untuk perkembangan anak?
dan durasinya yang luar biasa itu juga bagus?
oke oke

Di tulisan ini tak sekalipun saya menulis bahwa tayangan tsb bagus, loh. Kalau pun ada anak yang menonton acara tsb secara reguler berarti orang tuanya yang salah, karena mengijinkan menonton TV saat jam belajar. In my opinion.

Ya, intinya, petisi penghentian YKS yang rame itu kayanya terkesan nggak adil, lah. Terlalu banyak acara yang (juga) nggak jelas. Kalo memang niatnya mau menuntut perbaikan konten tayangan, semuanya aja dibikinin petisi biar stop tayang.

acara gak mutu. gak pernah nonton lebih dari 10 detik. apaan acara hipnotis2an cowok ngejar cowok… mau jadi homo bangsa ini semua. Goyang campur baur laki2 perempuan… wah dah ruksak ni acara… Stop acara tidak mendidik ini. Hiburan rakyat kecil ? karena dijejali tanyangan seperti inilah makanya jadi banyak yg rusak pikirannya. coba jaman TVRI dulu gak ada tuh acara saling ejek mengejek.. banci2an.. goyang oplosan dll… ini apa mendidiknya… Stop acara sampah ini.

Makasih sudah meninggalkan komentar di sini..

sama sekali tidak mendidik bagi bangsa ini merusak moral bangsa ini walau memberikan banyak kehidupan untuk rakyat kecil ..
tak akan bisa maju indonesia bila media informasi hanya berisikan celaan cemooh,kata kata kasar yang tidak patut ditiru.
team crew YKS membiarkan semuanya berjalan …team yks hanya mementingkan rating perusahaan dan ISI PERUTNYA SENDIRI …

Makasih sudah meninggalkan komentar di sini..

Justru org2 yang menganggap dirinya kecil ntu hrs dapet banyak suguhan hiburan yang berbau motivasi bukan di jejelin sm hiburan2 joged2 setiap hari.. terlalu over,, klo tayang malam minggu aja masih mending.. klo tiap hari ditayangin namanya membodohi masyarakat kecil ntu sendiri.. yang kecil makin kecil.. yang besar makin nganggep ini acara untuk orang kecil dan cuma orang kecil yang liat.

Makasih sudah meninggalkan komentar di sini..

Hiburan rakyat kecil? Lol. Pantesan rakyat kecil terus ga gede2, lah tiap hari dicekokin tayangan seperti ini. Mana dong semangat untuk maju, untuk belajar, untuk membuka wawasan dengan tayangan yang lebih mendidik. Ingat, tayangan mendidik ga harus selalu membosankan. Asal stasiun TV nya pintar, pasti bisa bikin acara bermutu yg bisa dinikmati semua lapisan masyarakat. Anda seperti mengatakan, mereka itu bodoh jadi biarlah menonton tayangan yang bodoh karena otak mereka cuma nyampe situ. Ga usah menyanggah, akui aja pemikiran anda memang seperti itu.

Makasih sudah meninggalkan komentar di sini..

Yakin sekali. Kalau alasannya hiburan rakyat kecil, kasian sekali mereka disuguhi acara2 yg tdk mendidik dan melecehkan harkat martabat manusia smcm YKS. Saya sdh beberapa kali memprotes materi acara YKS dg mention via twitter kalau pas kebetulan gak sengaja nonton. Pas kapan itu tim YKS bagi2 lembaran uang ke penonton dg ditaruh di mulut lho. Berasa kaya ngasi makan anjing. Jijik liatnya saya >.<

Terima kasih sudah mampir dan meninggalkan komentar di sini..
Tulisan ini saya buat januari lalu saat rame di twitter soal petisi penghentian tayangan yks. Yg saya amati waktu itu adalah bagaimana orang-orang lebih banyak yg merasa dirinya lebih baik dr golongan orang2 yg nonton yks. Sehingga pantas bikin petisi macem itu. Akhirnya saya menulis untuk berbagi pandangan saya. Saya sendiri jarang bgt liat ini acara karena cari duitnya malem. Saya sadar benar kalau yks bukan tontonan yg baik, Tp di sisi lain saya tau, hukum ketergantungan antara rating acara – iklan tak bisa dihindari pembuat acara. Kalo akhirnya memang acara ini berhenti, mungkin ya memang karena ide dan kreativitas yang sdh mentok. Semoga ke depan pihak televisi sadar dan MAU untuk membuat tayangan yang edukatif sekaligus menghibur.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Follow Me on Twitter

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Bergabunglah dengan 1.029 pengikut lainnya

%d blogger menyukai ini: